peluang usaha
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

KEMUNCULAN GERAKAN TURKI MUDA DAN PENGARUHNYA DALAM MENOPANG PEMERINTAHAN SEKULER TURKI

A. Gerakan Pembaharuan Pasca Usmani Muda
Sebagaimana telah diketahui, periode usmani muda decade 1860-1870 dibarengi dengan reaksi dan dominasi rezim otoriter dan dictator yang menentang prinsip-prinsip konstitusional dan modernis usmani muda. Rezim ini ditegakkan di atas kekuasaan, birokrasi dan kebijakan sultan yang absolute. Sang sultan dipandang sebagai pimpinan islam, dan mengklaim sebagai otoritas global atas seluruh muslim.
Namun demikian rezim ini memadukan antara loyalitas inslam yang konservatif dengan konstitusi reformasi teknik tanzimat. Dalam periode ini diperkenalkan sekolah, kitab perundang-undangan, lintasan kereta api dan teknik militer yang baru.

B. Kemunculan Gerakan Turki Muda
Setelah masa kekuasaan yang absolute dikendalikan oleh usmani muda maka generfasi intelektual turki bangit pada sekitar tahun 1880-an dan 1890-an dan melancarkan aksi terhadap rezim yang konservatif. Serangan-serangan ini adalah sebagai akibat dari pesatnya perkembangan pendidikan dan perekonomian meningkatkan posisi kalangan akademisi. Pers menyebarluaskan ide-ide eropa tentang ilmu pengetahuan dan politik serta mempopulerkan sikap-sikap barat. Meskipun masih ada control pemerintah yang berusaha menekan dan melakukan penyensoran. Ide-ide tersebut menyebar dari ibukota ke sejumlah wilayah propinsi lantaran peran para pelajar.
Para jurnalis, penulis, penerbit dan agiator yang mengasingkan diri di paris pada tahun 1889 membentuk sebuah kelompok yang dinamakan Turki Muda, yang dalam kosepsi gerakannya mempertahankan persekutuan mereka terhadap dinasti usmani, namun mereka mengagitasi restorasi sebuah rezim parlementer dan konstitusional[9].
Gerakan ini secara internal terbagi menjadi dua yaitu yang pertama kelompok yang dipimpin oleh Ahmad Riza, kelompok ini menghendaki seorang sultan yang kuat, pemusatan kekuasaan, dan pengutamaan unsure-unsur muslim-turki dari wwarga usmani; dan sebuah kelompok lainnya yang dipimpinoleh Sultan Sabbahedin, yang menekankan bentuk-bentuk desentralisasi pemerintahan usmani, dan menghendaki sebuah masyarakat federasi dengan pemberian otonom bagi warga Kristen dan warga minoritas lainnya.
Gerakan ini, sekitar tahun 1905 didirikan Fatherland Society atau Masyarakat tanah air oleh Mustafa Kemal, yang pada saat itu menjabat perwira militer dan kelak akan menjadi presiden pertama turki. Kemudian sebuah kongrs Turki Muda membentuk Committee for Union and Progress (CUP) pada tahun 1907. Tahun 1908 cabang CUP di Monastir memberontak dan menuntut sultan untuk kembali menggunakan UUD 1876.
Konsepsi dari Turki muda adalah pan Turkisme, yang mulanya dicetuskan oleh Yusuf Akcura. Menurutnya[10] bahwa penciptaan satu bangsa turki dari berbagai usnsur yang ada di kerajaan adalah ilusi, bahwa Negara-negara colonial akan menghadang upaya apa pun untuk menciptakan persatuan politis yang dilakukan oleh umat muslim sedunia, tapi Pan-turkisme akan mendukung semua bangsa turki di asia dan hanya akan menentang rusia.
Pemikiran Akcura ini mendapatkan dukungan dari kalangan kaum intelektual Turki muda namun ia tidak memperoleh pengakuan Negara sampai meletusnya perang Balkan tahun 1913.
Antara tahun 1913-1918 CUP menempuh program yang agresif dalam mensekulerkan sekolah-sekolah, lembaga peradilan dan kitab perundang-undangan dan menempuh langkah awal dalam memeprjuangkan emansipasi wanita. Pada tahun 1916 pemerintahan CUP mereduksi peran sayikul islam, dan mengalihkan seluruh yurisdiksi peradilan muslim kepada kementrian kehakiman, dan menyerahkan penanganan perguruan muslim kepada kementrian pendidikan.
Sekitar tahun 1917 diberlakukan UU Keluarga yang berorientasi kepada kultur eropa. Oposisi sebelumnya yang dikuasasi oleh gerakan usmani muda dengan cepat menjadi kekuasaan Turki muda yang berhaluan lebih sekuler.
Program CUP memihak kepentingan usmani dan sekularis, tetapi ia juga meningkatkan orientasi turki. Konsepsi Turki Muda yang mengagkat tema pan turkisme berhasil mengukuhkan imperium usmani dalam term kebangsaan Turki. Pola pemikiran ini memberikan peluang kepada Kristen untuk mengusulkan bahwa masyarakat yang memiliki warisan etnik, linguistic dan keagamaan seharusnya memiliki sebuah Negara territorial sendiri. Puncaknya sekitar akhir abad kesembilanbelas telah lahir sejumlah kebangsaaan Kristen diantaranya Yunani, Serbia, Rumania, Bulgaria dan Montenegro. Kesemuannya itu semula adalah bagian dari imperium usmani. Lalu Albania melancarkan pemberontakan dan Armenia mengklaim sebagai wilayah otonom.
Ziya Gokalp (1875-1924) tampil sebagai sosok Turki Muda yang dominan dan pembawa semangat nasionalisme yang fanatic. Tanpamenyesali kemunduran imperium usmani, ia meresmikan kultur rakyat turki dan meyerukan reformasi islam untuk menjadikan islam sebaga ekspresi dari etos turki. Gokalp mengelar kampanya kebangsaan untuk menyederhanakan bahasa turki, menjadikannya lebih mudah diterapkan dikalangan masyarakat umum dan meyadarkan masyarakat umum atas nasionalisme turkinya sendiri.
Ide pemikiran nasionalisme Turki dalam pandangan Gokalp bersumber pada budaya atau menggunakanpendekatan sosiologis. Bagi Gokalp, suatu perubahan politik tidak akan berarti apa-apa, kecuali jika diikuti revolusi sosiokultural. Tujuan akhir Turkisme gokalp adalah menumbuhkan suatu kebudayaan nasional yang bukan pula kebudayaan barat. Tanpa menumbuhkan kebudayaan,turki sendiri tidak akan menjadi reformis dan modernis yang sejati. Dengan demikian, nasionalisme dalam pandangan Gokalp bisa disebut Turkisme Kultural, yang bukan merupakan sebuah partai politik, melainkan gerakan ilmiyah, filosofis, estetis, dan moral.
Dalam pandangannya suatu bangsa merupakan sebuah kelompok atau kolektivitas social yang terdiri atas para individu yang menerima pendidikan yang sama, memiliki bahasa, emosi, idea-idea, agama, moralitas, dan rasa estetika yang sama.
Bagi Gokalp, factor religious tidak menjadi hal mutlak dalam criteria nasionalisme turki, agama menjadi sebuah moralitas dan solidaritas social. Oleh karena itu,pikiran-pikiran teokrasi harus dibersihkan dari persoalan politik. Sehingga pada akhirnya, ia merekomendasikan sayikul islam dihapuskan. Dengan demikian secara sederhana dapat dipahami bahwa pemikiran Gokalp adalah pemisahan antara agama dengan politik.
Gagasan kebangsaan turki tersebut memperkuat kecenderungan terhadap sekularisme dan moderitas, sebab gagasan tersebutmembuka kesempatan bagi bangsa turki untuk melepaskan diri dari islam tanpa harus bersikap kompromis terhadap identitas barat mereka. Konsep Kebangsaan Turki atau Pan Turkisme member peluang gagasan tersebut menetapkan sebuah kewargaan yang baru yang menumbuhkan identitas kesejarahan masyarakat turki dan bukan identitas kesejarahan masyarakat muslim dan dengan demikian ia merupakan identitas modern dan bukan identitas barat[11]
Ide terbentuknya sebuah pan turkisme terjadi saat berbagai peristiwa politik antara tahun 1908-1918 yang mengakhiri kelangsungan imperium turki yang multinasional, dan multireligius. Pada akhir perang dunia I apa yang tersisa dalama imperium turki usmani adalah Anatolia dengan mayoritas warga turki dan sebagian kecil warga keturunan yunani, kurdi dan Armenia. Realitas kehidupan politik usmani sekarang ini sejalan dengan konsep nasionalis tentang masyarakat turki.
Pada tahun 1918 imperium turki usmani telah hancur, namun elit birokratik dan militer telah siap mengubah komitmen mereka dari sebuah rezim multinasional dan multireligius menjadi sebuah Negara nasional turki dan sekuler.

KEHANCURAN KERAJAAN TURKI USMANI DAN PEMBAHARUAN PEMIKIRAN DI KALANGAN MASYARAKAT TURKI

A. Kehancuran Kerajaan Turki Usmani
Sebelum pada akhirnya kerajaan Turki Usmani mengalami fase kehancuran, telah terlebih dahulu terjadi periode kemunduran. Kemunduran ini dimulai sejak abad ke XVII, ditandai dengan tidak adanya pengganti yang sepadan sejak Sulaiman Al Qanuni meninggal dunia. Ketiadaan pemimpin yang memiliki pengaruh kuat ini menyebabkan banyak terjadinya pemberontakan-pemberontakan, seperti misalnya di Siria dibawah pimpinan Kurdi Jumbulat, di Lebanon di bawah pimpinan Druze Amir Fakhruddin.
Selain itu konflik dengan Negara-negara tetangga seperti pasca penyerangan ke wilayah Wina dan Venezia serta konflik dengan Syah Abbas dari Persia turut memperkeruh keadaan kerajaan.
Moh. Nurhakim dalam bukunya[1], mengutip pernyataan dari Prof. K. Ali (1997: 373-374) menyatakan beberapa faktor kemunduran Kerajaan Turki Usmani adalah sebagai berikut:
Pertama, luasnya wilayah kekuasaan usmani yang akhirnya tidak mampu dikendalikan dari pusat.
Kedua, pemberontakan yang dilakukan berkali-kali oleh Jennisary yang bekerjha dengan dinasti Mamluk di Mesir.
Ketiga, penguasa yang tidak cakap setelah Sulaiman Al Qanuni. Kelemahan ini lebih disebabkan masuknya sikap hedonism di kalangan istana.
Keempat, akibat sejumlah peperangan yang membawa Turki Usmani pada kekalahan, menyebabkan perekonomian Usmani semakin terpuruk dari waktu ke waktu. Banyaknya wilayah yang melepaskan diri berarti mengurangi pemasukan untuk Negara. Sementara biaya militer, karena sering mengerahkan pasukan, menguras persediaan uang Negara yang semakin menipis.
Kelima, ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan militer akan keduanya, tidak terlalu berkembang. Hal ini menyebabkan teknik dan peralatan perang sangat terbatas. Maka tak heran jika Usmani banyak menerima kekalahan dalam perang melawan Negara-negara eropa.
Keenam, tumbuhnya gerakan nasionalisme di wilayah-wilayah yang selama ini dikuasai oleh Turki Usmani.
Seperti dijelaskan di atas, bahwa kekuatan kerajaan Turki Usmani mulai goyah sejak abad XVII, kekalahan perang melawan Negara-negara eropa menghasilkan konklusi wilayah-wilayah yang selama ini dikuasai oleh turki usmani harus diserahkan kepada Negara eropa atau dibiarkan memerdekakan diri.
Harun Nasution menjelaskan[2], pada saat itu di Eropa mulai pula timbul Negara-negara yang kuat, termasuk di Rusia dibawah kepemimpinan Peter yang Agung telah berubah menjadi Negara yang maju. Kekalahan peperangan Turki usmani menghadapi Negara-negara ini mengakibatkan daerahnya di eropa mulai mengecil sedikit demi sedikit. Diantaranya Yunani yang memperoleh kemerdekaannya pada 1829 M dan Rumania lepas pada 1856. Selanjutnya Negara-negara lain mengikuti sehingga pada akhir perang dunia I daerah Turki Usmani hanya mencangkup Asia kecil dan sebagian kecil dari daratan eropa timur.
Yang menjaid titik mula kehancuran Kerajaan Turki Usmani adalah campur tangan dari pihak eropa terutama Inggris dan Prancis.
Sebagaimana diketahui pada akhir abad ke delapanbelas imperium Turki tidak mampu lagi menghadang kemajuan militer Eropa. Rusia mampu menguasai Crimea dan memperkokoh diri di Laut Hitam, sementar pihak inggris seletah membantu manggagalkan invasi Napoleon di Mesir 1798 menjadi kekuatan militer dan perdagangan terkuat di Laut tengah. Ternyata rusia bermaksud merampas wilayah turki yang ada di Balkan di lain pihak inggris ingin menjadikan imperium Usmani sebagai benteng untuk menghadang ekspansi rusia dan melindungi kepentingan politik dan komersialnya di laut tengah. Dengan demikian imperium turki sedang dalam situasi krisis melindungi diri dari keseimbangan kekuatan eropa[3].
Pada tahun 1831, Muhammad Ali yang merupakan serang gubernur Usmani di Mesir yang independen (1805-1848) melakukan invasi ke Syiria. Sebagai jawabannya usmani emngadakan perjanjian Unkiar Skelessi (juli, 1833) dimana mereka melepaskan Dardanelles dan Boshporus kepada armada perang asing sebagai imbalan atas bantuan rusia. Pada 1840, Rusia, Inggris dan Austria mencapai kesepakatan bahwa Muhammad Ali harus menarik diri dari Syiria, lalu beberapa kekuatan eropa sepakat bahwasanya tidak boleh ada kapal perang melintasi boshporus dan Dardanelles selamam masa gencatan senjata.
Melalui persetujuan lanjutan pada 1841, kekuatan rusia dan inggris mengijinkan Muhammad Ali malakukan rezimnnya secara turun-temurun di mesir. Semua ini meunjukkan adanya campur tangan eropa untuk ikut menangani urusan usmani. Imperium usmani menjadi pemerintahan protektorat di eropa dan menjadi imperium gadaian sejumlah kekuatan adikuasa[4].
Perang dunia I menyempurnakan proses kesendirian imperium turki yang pada desember 1914 melibatkan diri dalam perang tersebut dengan bergabung bersama kubu jerman dan Austria. Pada 1918 sekutu eropa berhasil mengalahkan jerman, Austria dan usmani. Imbas dari kekalahan ini untuk turki usmani adalah kenyataan bahwa sejak tahun 1912-1920 usmani telah kehilangan seluruh wilayah imperium mereka di Balkan. Kemudian di wilayah timur tengah beberapa Negara baru terbentuk di libanon, syiria, palestina, Transjordan, dan irak.
Puncak dari kehancuran turki usmani adalah bahwa kerajaan ini lenyap dan sebagai gantinya timbul republic turki di tahun 1924 M

A MONUMENT TO MUSLIM "TOLERANCE IN BALKAN !!


Image
MONUMEN CHELE KULA

"Matahari terik. Ketika saya hampir satu kilometer dari kota itu, saya melihat sebuah tugu menjulang tinggi di tengah2 tanah luas, seputih marmer. Saya berjalan menuju tugu itu. Saya duduk dibawah keteduhan bayang2 tugu itu. Baru saja saya duduk, mata saya menoleh ke monumen itu dan melihat bahwa tembok2nya terdiri dari susunan tengkorak kepala manusia; tengkorak2 ini ditempeli dgn semen dan membentuk lengkungan tempat saya berlindung dari matahari. Bahkan rambut manusia, masih terlihat, bergantungan dan tertiup. Angin gunung meniupkan angin segar dan menembus lobang2 tengkorak2 itu dan kedengarannya spt bunyi orang mengeluh."

Itulah deskripsi "Chele kula" oleh Alphonse de Lamartine dalam bukunya "A Pilgrimage to the Holy Land... Made during a Tour in the East in 1832-1833" (Diterbitkan di London, 1835, vol. 3, pp 105-106).

Tidak ada negara lain, kecuali Serbia (dan Kamboja) yg memiliki monumen tengkorak macam itu. Monumen unik itu masih utuh, saksi sejarah penderitaan rakyat Serbia selama 5 abad dibawah penjajahan Muslim. Monumen ini mengingatkan generasi baru akan keberanian luar biasa nenek moyang mereka.

MENARA TENGKORAK

Musim semi 1809, saat pemberontakan pertama Serbia melawan penjajah Turki, sekitar 12,000 pemberontak maju menuju kota Nish. Kota itu didirikan kekaisaran Romawi dan dijadikan benteng oleh, Turki. Kota itu direbut oleh para liberator Serbia.

Tetapi beberapa hari kemudian, Turki mengimpor 40.000 tentara dari Bulgaria. Serangan utama Turki adalah menunju Mount Chegar yg dikuasai oleh aristocrat Serbia, Stevan Sindjelic dgn hanya 3.000 orang dgn 4 kanon. Karena terkepung total oleh Turki, orang2 Serbia bertempur dgn sengit melawan pasukan Turki yang jumlahnya jauh lebih besar. Ketika kemenangan Turki semakin nampak dalam menguasai sisa2 gerilyawan Serbia, seorang aristo Serbia, Sindjelic, menembakkan pistolnya pada depot amunisi. Semua orang Serbia dan sejumlah orang Turki mati dalam ledakan itu.

Karena kegagalan ini dan keinginan yg semakin meningkat utk mendobrak semangat pemberontakan Serbia, panglima Turki dari Nish memerintahkan didirikannya sebuah monument. Kepala2 para pejuang Sindjelic dipenggal, dikuliti dan dimasukkan kapas di Istanbul. Lalu mulailah pembangunan menara itu. Tengkorak2 ini dimasukkan dalam bagian tembok luar diantara batu bata. Ada 56 barisan tengkorak dgn masing2 17 tengkorak. Total tengkorak Serbia: 952.

"Tower of Sculls" ini, atau dikenal juga dgn nama "Chele Kula" adalah MONUMEN UNIK dalam sejarah kebiadaban Islam. Sampai sekarangpun masih bisa disaksikan di Serbia. Orang Kristen Serbia mendirikan gereja didekat monumen itu.

Beberapa tahun kemudian, orang Serbia kembali memberontak. Kali ini pemberontakan merkea sukses dan negara Serbia, TANPA BANTUAN SIAPAPUN mencapai kemerdekaan mereka.

Namun demikian, pemenggalan kepala orang2 Serbia tetap berlangsung. Ini cara favorit Muslim menangani orang2 Serbia.
Image

Foto2 yg tidak terhitung jumlahnya menunjukkan kaum Nazi Kroasia dgn pembantu Muslim mereka selama Perang Dunia II, menunjukkan mereka sedang memegang penggalan kepala orang Serbia yang masih segar.
Image

Hal yg sama diulangi dalam perang saudara baru2 ini di mantan Yugoslavia. Sekali lagi, kepala2 Serbia dijadikan trophy perang. Kali ini, kaum fundamentalis Islam pimpinan Izetbegovich mengundang para teroris jihad dari seluruh dunia, tampak dalam foto2 selagi mereka memegang penggalan kepala orang2 Serbia.

Bagi orang Kristen Serbia, ini sudah keterlaluan ... Inilah latar belakang perang Serbia vs Muslim Bosnia. Lagi2 ajaran Muhamad yg melatarbelakangi pertumpahan darah.

20 Peristiwa Sejarah Yang Misterius !!!!

1. Shroud of Turin, KAIN KAFAN BERWAJAH YESUS
Kain kafan dari Turin adalah sejenis kain linen yang bercapkan wajah seorang pria yang tampaknya meninggal karena penyaliban. Umat Kristiani di dunia mempercayainya sebagai kain kafan Yesus Kristus. Saat ini kain kafan tersebut disimpan di Katedral St John the Baptist di Turin, Italia.
Meskipun banyak penyelidikan ilmiah yang dilakukan untuk mengungkap hal itu, namun hingga detik ini tidak seorang pun mampu menjelaskan bagaimana gambar wajah itu bisa berada pada kain kafan tersebut. Tes radiocarbon menyebut kain kafan tersebut berasal dari abad pertengahan, namun hasil tes radiocarbon itu diragukan.
Kain Kafan dari Turin
Kain Kafan dari Turin
Sebelum abad pertengahan, muncul laporan bahwa kain kafan tersebut adalah gambar Edessa -laporan itu setidaknya sejak abad ke-4. Selain itu ada juga kain lain (sudarium) dikenal bahkan dari zaman Alkitab (Yohanes 20:7), bahwa kain digunakan untuk menutupi kepala Kristus ketika dikubur.
Sebuah studi 1999 oleh Mark Guscin, seorang anggota tim investigasi yang multidisiplin dari Pusat Sindonology Spanyol, meneliti hubungan antara dua kain. Berdasarkan sejarah, forensik patologi, kimia darah (yang sudarium juga dilaporkan jenis noda darah AB), dan pola noda, ia menyimpulkan, dua kain tersebut digunakan menutupi kepala yang sama dalam dua waktu berdekatan.
Avinoam Hector (seorang peneliti dari Universitas Ibrani Yerusalem) sependapat dengan analisis ini, menambahkan bahwa serbuk sari di sudarium cocok dengan kain kafan.
Betapapun semua hasil-hasil penelitian ini belum bisa mengungkap sepenuhnya tentang kain kafan dan wajah di dalamnya.
2. Mary Celeste, KAPTEN DAN SELURUH PENUMPANGNYA HILANG MISTERIUS
Nama kapal ini Mary Celeste diluncurkan di Nova Scotia pada tahun 1860. Nama aslinya adalah “Amazon”. Panjang keseluruhan 103 feet dengan berat 280 tons. Dalam 10 tahun pelayarannya (ketika bernama Amazon), kapal ini mengalami beberapa kali kecelakaan dan beberapa kali berganti pemilik. Sampai akhirnya kapal bekas ini dilelang di New York, laku 3000 dolar AS. Setelah diperbaiki dan diregistrasi di Amerika, kapal ini berganti nama menjadi Mary Celeste.

Capten kapal Mary Caleste adalah Benjamin Briggs, 37 tahun. Pada 7 November 7, 1872, kapal berangkat dari New York, dengan penumpang kapten Briggs, istrinya, anak perempuannya dan delapan awak. Kapal itu membawa bahan mentah alkohol 1.700 barel, menuju Genoa, Italia.
Sejak itu kapal Mary Caleste beserta seluruh awaknya tak pernah kelihatan lagi. Juga tak pernah sampai di tujuan. Apa yang terjadi, tidak ada yang tahu. Sampai suatu ketika ditemukan kapal itu di tengah Selat Gibraltar. Sudah diperiksa, tidak ada tanda-tanda bekas keributan atau apapun yang bisa memperkirakan peristiwa yang terjadi di kapal sebelum hilangnya semua awak secara misterius.Semua dokumen kecuali log kapten, hilang dan berbekas.
Pada awal 1873, dilaporkan bahwa ada dua sekoci mendarat di Spanyol. Yang satu berisi satu mayat dan bendera Amerika, yang satunya lagi berisi lima mayat.Diduga, korban korban itu adalah sisa-sisa awak Mary Celeste. Namun anehnya, tubuh mereka tidak pernah diidentifikasi.
3. The Taos Hum, SUARA MISTERIUS
The ‘Taos Hum’ adalah suara bernada rendah yang dilaporkan terdengar di berbagai tempat di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan utara Eropa. Bunyi itu biasanya hanya mendengar di lingkungan yang tenang, dan sering digambarkan sebagai mesin diesel dari kejauhan.

Namun dari mana asal sebenarnya suara aneh itu, sampai sekarang misteri itu belum terungkap.
Pada tahun 1997, Kongres meminta para ilmuwan melakukan penelitian untuk menyelidiki suara berfrekuensi rendah yang didengar penduduk kota kecil Taos, New Mexico. Selama bertahun tahun penduduk telah mendengar suara, sering digambarkan oleh mereka sebagai “hum”. Tapi sampai hari ini tak seorang pun tahu penyebab bunyi yang mirip dengungan itu.
4. Black Dahlia
Pada 1947 tubuh Elizabeth Short, 22 tahun, ditemukan terpotong dua di tempat parkir di Los Angeles. Tragedi pembunuhan itu kemudian diberitakan di surat kabar, Elizabeth Short pun mendapat sebutan “Black Dahlia” .
Menurut laporan surat kabar sesaat setelah pembunuhan, Short menerima nama julukan “Black Dahlia” di sebuah toko obat Long Beach pada musim panas 1946, sebagai plesetan dari film The Blue Dahlia.
Elisabeth Short
Elisabeth Short 'Black Dahlia'
Namun, jaksa penyelidik Negara bagian Los Angeles menyelidiki julukan yang diciptakan oleh wartawan surat kabar itu. Apalagi Elisabeth Short selama hidupnya tak sekalipun mendapat julukan Black Dahlia. Lalu bagaimana asal usulnya tiba-tiba setelah mati mendapat ‘gelar’ tersebut? Apa alasan wartawan itu memberi julukan Black Dahlia pada Elisabeth.
Banyak rumors seputar kasus Black Dahlia itu, namun sampai kini tak terungkap latar belakang maupun siapa pembunuh Elisabeth.
5. Comte de Saint Germain
Count of St Germain (diduga meninggal 27 Februari 1784) adalah seorang punggawa istana, petualang, penemu, ilmuwan amatir, pemain biola, composer amatir, dan seorang pria misterius, ia juga ditampilkan beberapa keterampilan dengan praktek alkimia. Dia adalah seorang pria yang asalnya tidak diketahui dan yang menghilang tanpa meninggalkan jejak.

Sejak kematiannya, berbagai organisasi okultisme telah mengadopsi dia sebagai sosok model atau bahkan sebagai dewa yang kuat. Dalam beberapa tahun terakhir beberapa orang telah diklaim sebagai Count of St Germain. (Catatan: St Germain bukanlah seorang yang dianggap santo oleh Gereja Katolik Roma. Pemberian sebutan “st” hanya sebutan saja bukan gelar kesantoan).
6. Voynich Manuscript

Naskah Voynich adalah dokumen abad pertengahan yang ditulis dalam bahasa yang tidak diketahui. Selama lebih dari seratus tahun, orang telah mencoba memecahkan kode naskah tersebut namun tidak berhasil.

Naskah itu sepertinya menunjukkan layanan farmakope atau sebuah topik kesehatan abad pertengahan atau awal pengobatan modern. Keberadaan naskah itu menimbulkan kebingungan, karena tak satupun berhasil memcahkannya. Semua hanya mengira-ngira, apa itu. Banyak teori tentang asal-usul buku itu, isi dari teks, dan tujuan yang dimaksudkan. Namun tidak ada yang bisa memastikannya. Diperkirakan, dokumen itu berisi berbagai hal di antaranya tentang herbal, astronomi, biologi, kosmologi, farmasi, dan resep.
7. Jack the Ripper
Pertengahan 1888, London dihebohkan dengan serangkaian pembunuhan di ujung timur (terutama di daerah Whitechapel). Nama Jack The Ripper diambil dari surat yang dikirim ke sebuah surat kabar pada saat itu oleh seseorang yang mengaku sebagai pembunuh. Para korban yang umumnya adalah pelacur dalam kondisi mengenaskan, bukan hanya lehernya terpotong tapi juga tubuhnya di mutilasi.

Dalam beberapa kasus, mayat itu ditemukan hanya beberapa menit setelah ripper meninggalkan tempat kejadian. Polisi mempunyai banyak tersangka tetapi tidak pernah menemukan bukti yang cukup untuk menghukum siapa pun.
Di masa modern, muncul beberapa spekulasi bahwa Pangeran Albert Victor adalah pembunuhnya. Namun tidak ada yang benar benar yakin siapa pembunuh sebenarnya, semua spekulasi hanya bersifat dugaan-dugaan. Sampai hari ini tak seorang pun tahu siapa Ripper sebenarnya.

8. Bermuda Triangle, MISTERI HILANGNYA KAPAL DAN PESAWAT SECARA MISTERIUS

Segitiga Bermuda merupakan perairan di Samudera Atlantik Utara di mana banyak pesawat terbang dan kapal telah hilang secara misterius. Selama bertahun-tahun banyak penjelasan seputar hilangnya pesat juga kapal, ada yang menyebut cuaca buruk, diculik makhluk asing, sampai berbagai teori dalam hokum fisika.

Meskipun dokumentasi substansial ada untuk menunjukkan bahwa banyak laporan telah dibesar-besarkan, masih belum ada penjelasan yang benar-benar masuk akal tentang penghilangan misterius kapal dan pesawat pesawat itu.
9. The Zodiac Killer
Si pembunuh Zodiac aktif di Northern California selama sepuluh bulan di akhir 1960-an. Ia membunuh sedikitnya lima orang, dan melukai dua. Dia melakukan dua pembunuhan pertama dengan pistol, di perbatasan Benecia. Dalam penembakan kedua di Vallejo, dia berusaha untuk membunuh dua orang, tetapi satu selamat meskipun tertembak pada kepala dan leher.

Setelah 40 menit polisi menerima telepon anonim dari seorang pria yang mengaku sebagai pembunuh mereka, dia juga mengaku membunuh dua korban sebelumnya. Satu bulan tiga surat yang dikirim ke Surat Kabar di California berisi klaim bahwa si pembunuh akan memberi tahukan namanya.
Beginilah antara lain bunyinya:
“Aku membunuh ORANG Karena Senang..Membunuh suatu kegiatan yang menyenangkan. Ini seperti permainan game, memberikan pengalaman yang menyenangkan lebih daripada kalau anda bersama seorang gadis. ”
Arthur Leigh Allen adalah tersangka utama, namun semua bukti yang ada tidak terkait dengan Arthur. Karenanya sampai hari ini pembunuhan Zodiac tidak terpecahkan.
10. The Babushka Lady, MISTERI WANITA BERKERUDUNG DALAM PEMBUNUHAN JF KENNEDY
Dalam analisis rekaman film pembunuhan John F. Kennedy pada tahun 1963, seorang wanita misterius terlihat. Dia mengenakan mantel cokelat dan kerudung syal (babushkas) di kepalanya.
Wanita tampak memegang sesuatu di depan wajahnya yang diyakini sebagai kamera. Dia tampak pada banyak foto-foto seputar pembunuhan itu. Anehnya, dalam rekam film itu terlihat, wanita ini tidak meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara) setelah peristiwa tersebut, padahal orang-orang yang ada di sana langsung bubar begitu terjadi penembakan. Sebaliknya, ia terlihat tetap di tempatnya sambil terus memotret (atau membuat film).

Tak lama setelah itu ia terlihat bergerak menjauh ke Timur sampai Elm Street. FBI mengumumkan ke public agar wanita itu menyerahkan rekaman film (foto) yang dia buat saat kejadian, namun wanita itu tidak pernah muncul.
Pada tahun 1970, seorang wanita bernama Beverly Oliver maju dan mengklaim dirinya adalah wanita berkerudung itu. Namun dari cerita yang diucapkannya mengandung banyak ketidak cocokkan. Karenanya ia dianggap sekadar menipu dan mengaku ngaku sebagai wanita berkerudung yang dicari-cari FBI.
Sampai hari ini, tak seorang pun tahu siapa wanita berkerudung itu dan apa yang dilakukannya di sana. Yang lebih aneh lagi, ketidak munculannya meski telah diminta, termasuk permintaan akan gambar gambar yang dia buat saat kejadian.
11. The Bimini Road
Setiap orang telah mendengar cerita tentang kota yang hilang Atlantis, tapi bagaimana dengan Bimini Road, apakah pernah mendengar juga? Benarkah Bimini Road yang terletak di sebelah Utara Bimini, sebuah pulau di Kepulauan Bahama, adalah bagian dari kota Atlantis yang tenggelam itu. Tidak ada yang bisa memastikan.
Bimini Road yang ditemukan pada 1968. Perkiraan keberadaan Bimini Road pun masih diperdebatkan.

Serangkaian tes radio karbon yang dilakukan antara lain menghasilkan dugaan bahwa Bimini Road ini ada pada 2000 hingga 3000 tahun lalu. Tapi ini pun mendapat sanggahan. Tapi info yang diberikan Edgar Cayce (18 Maret 1877-3 Januari 1945) seorang paranormal terkenal pada masanya, menyebut tentang Bimini Road dalam prediksinya.

Prediksi itu diungkapkannya pada 1938, ia menyatakan, adanya sebuah candi yang terbenam di laut dekat Bimini. Kalau benar prediksi Cayce ini, berarti Bimini yang ditemukan itu adalah candi (kuil) yang terbenam karena peristiwa alam. Namun ekspedisi terbaru yang dilakukan arkeolog, Dr Greg Little memperkirakan formasi batu itu adalah dinding bagian atas sebuah dermaga.
13.“Atlantis Lost City” Ditemukan?
Benarkah kota Atlantis ada, atau hanya cerita dongeng semata? Keberadaan Atlantis ini pertama kali diungkap oleh Plato. Sebagian menganggap Atlamtis cerita legenda yang tak jelas, tapi sebagian lain tetap meyakini ucapan Plato adalah benar. Kota itu memang benar-benar ada. Tak heran kalau para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, terus memburu ‘kota yang hilang’ itu. Dokumen-dokumen kuno mengungkap tentang Atlantis yang disebutkan mengalami nasib tragis. Kota megah dan sangat maju itu, tenggelam dalam semalam akibat gempa bumi dahsyat.

Seorang peramal asal AS, Edgar Cayce ((18 Maret 1877 – 3 Januari 1945) pernah mengungkap tentang Atlatis dalam prediksinya pada tahun 1923. Menurutnya, kota Atlantis berada di Karibia. Kota itu memiliki peradapan tinggi dengan teknologi yang paling modern di zamannya. Memiliki kapal dan pesawat tempur. Namun kota itu tenggelam karena bencana dahsyat, lenyap membawa serta semua yang ada termasuk peradaban yang luar biasa.
Edgar Cayce tahun 1923 meramal tentang Atlantis di bawah laut 
Karibia
Edgar Cayce tahun 1923 meramal tentang Atlantis di bawah laut Karibia
Benarkah prediksi Edgar Cayce ini? Nah, baru baru ini, tepatnya sekitar Desember 2009, Dailymail memberitakan tentang penemuan reruntuhan kota di bawah laut Karibia. Para arkeolog yang menemukan reruntuhan kota itu mengklaim telah menemukan kota Atlantis. Untuk meyakinkan klaim mereka, Kelompok ilmuwan yang belum diketahui asalnya ini, merilis foto-foto yang disebut sebagai reruntuhan kota Atlantis.
Begitupun, penemuan tersebut tidak serta merta dipercaya. Karena sudah begitu banyak klaim seputar penemuan Atlantis.
Kota kuno di bawah laut Karibia
Kota kuno di bawah laut Karibia
Di antaranya pada tahun 1997, ilmuwan Rusia mengklaim telah menemukan Atlantis 100 mil dari Land’s End. Lalu muncul lagi kabar pada tahun 2000 bahwa kota ‘dongeng’ itu ditemukan di lepas pantai utara Turki, tepatnya di kedalaman 300 ft Laut Hitam. Diceritakan bahwa daerah itu tenggelam karena terjadinya air bah pada 5000 BC.
Apakah banjir besar yang dimaksud ini adalah seperti yang disebutkan dalam Kitab Perjanjian Lama? Pada tahun 2004 seorang arsitek Amerika Serikat yang digunakan untuk mengungkapkan sonar buatan manusia dinding satu mil jauh di dalam Laut Tengah antara Siprus dan Suriah. Lalu, tahun 2007 peneliti Swedia mengklaim reruntuhan kota kuno itu ada di Dogger Bank, Laut Utara,, yang diperkirakan tenggelam pada Zaman Perunggu.
14. Monster Loch Ness
Kisah monter Loch Ness adalah legenda yang sangat terkenal sejak dulu hingga kini, sama seperti misteri Bigfoot, Yeti. Loch Ness adalah sebuah danau laut tawar terbesar di Inggris. Selama berabad-abad muncul berbagai laporan seputar penampakan monster penunggu Loch Ness. Legendanya, monster ini sudah ada sejak zaman Santo Columba (565 AD). Tapi sejumlah ilmuwan membantahnya dan menyatakan laporan-laporan yang ada itu, adalah hoax.

Entahlah, mana yang benar. Namun ada sebuah catatan tentang penampakan makhluk besar itu pad 22 Juli 1933. Ketika itu George Spicer bersama istrinya sedang melintas di sekitar danau, naik mobil, mereka melihat pemandangan menakjubkan itu. Si monster menampakan diri di danau. Sebagian tubuhnya menyembul, sehingga pasangan ini bisa melihatnya jelas. Makhluk besar itu digambarkan memiliki tinggi 4 feet dan panjang 25 feet. Lehernya panjang dan kecil, hanya sedikit lebih besar dari belalai gajah. George dan istrinya tidak bisa melukiskan soal kaki monster ini, karena menurut mereka, bagian bawah tubuh monster, terendam di danau.

Kesaksian lainnya adalah tahun 2007 lalu, bahkan monster itu konon sempat dipotret dan divideokan. Sayangnya, baik gambar maupun video itu hasilnya tiak begitu jelas. Penjelasan tentang ini pun minim. Tapi ada dugaan menarik, bahwa kemungkinan monster itu memang ada, ia adalah jenis plesiosaurus—masih family dinosaurus– yang selamat dari sisa populasi dinosaurus.
15. Bigfoot
Bigfoot, juga dikenal sebagai Sasquatch, digambarkan sebagai kera mirip manusia yang mendiami kawasan hutan di Pasific utara-barat, juga Kanada dan Amerika. Jejak Bigfoot dilaporkan ditemukan di daerah Kanada dan Amerika Utara sejak abad 19-an. Di lihat dari jejak kakinya diperkirakan beratnya mencapai 400 kg.
Bigfoot yang berarti kaki besar adalah makhluk berukuran raksasa sisa peninggalan zaman purba.

Diperkirakan, hewan tersebut masih hidup di kawasan pegunungan bersalju, di antaranya di Amerika Serikat dan gunung Himalaya China, Orang percaya makhluk ini dapat ditemukan di seluruh dunia dengan nama-nama yang berbeda, seperti Yeti di Tibet dan Nepal, Yeren di China dan Yowie di Australia.
Selama bertahun-tahun, telah terjadi banyak penampakan dan foto-foto Bigfoot tapi tidak ada bukti konklusif untuk memverifikasi keberadaannya. Sebagian pakar mengatakan itu hanya legenda yang berasal dari cerita rakyat. Namun sebagian lain, percaya bahwa ada kemungkinan Bigfoot memang benar-benar ada.
Diperkirakan makhluk itu hidup pada masa dinasaurus, beberapa di antaranya masih bertahan hidup hingga kini. Konon penampakan Bigfoot itu dilaporkan pertama kali tahun 1924, tapi dikatakan itu bukan yang pertama, karena tahun 1860 telah ada laporan penampakan monster ini.

16. Marfa lights : Misteri Lampu Hantu

Misteri ‘Hantu Lampu’ Marfa menyebar dari mulut ke mulut. Pertama kali berhembus di Mitchell Flat, sebelah timur Marfa, Texas. . Lampu digambarkan sebagai ukuran bola basket, melayang di udara di sekitar setinggi bahu. Warna biasanya digambarkan sebagai putih, kuning, oranye atau merah, tapi hijau dan biru kadang-kadang dilaporkan. Lampu kadang-kadang muncul dalam kelompok. Sightings are rare but there is a large amount of photographic and video evidence. Sightings jarang tetapi ada sejumlah besar bukti foto dan video.

Laporan tentang keberadaan ‘hantu lampu’ ini pertama kali tahun 1957, oleh Robert Reed Ellison (lahir tahun 1880). Namun sebagian menganggapnya hanya cerita bualan. Yang skeptic menganggap itu ada kaitannya dengan lalu lintas yang lewat di dekat US Route 67. Sejauh ini tidak ada pengakuan resmi bahwa ada orang yang berhasil mendekati lampu. Kebanyakan laporan hanya melihat lampu dari kejauhan. Dari laporan yang masuk warna lampu beragam, ada yang menyebut putih, kuning, orage, merah, bahkan hijau dan biru. Konon, lampu itu
17.Misteri Jimmy Hoffa
Jimmy Hoffa adalah seorang pemimpin buruh Amerika, dia juga seorang narapidana criminal yang mendekam di penjara selama 10 tahun. Ia menjabat sebabagi Presiden dari International Brotherhood of Teamsters pada pertengahan 1950-an hingga pertengahan 1960-an. Ia memiliki pengaruh cukup besar. Pada 30 Juli 1975, Hoffa menghilang dari tempat parkir di Detroit dan tidak pernah terlihat lagi. Padahal dia dijadwalkan akan bertemu dengan dua pemimpin Mafia, Anthony “Tony Jack” Giacalone dari Detroit dan Anthony “Tony Pro” Provenzano dari Union City, New Jersey dan New York City.

Menurut Donald Frankos, seorang pembunuh bayaran, Hoffa ditembak di rumah Giacalone dan tubuhnya dikubur di fondasi stadion Giants. Sementara itu Mafia lain, Bill Bonanno, mengklaim bahwa Hoffa ditembak dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Tak jelas tentang misteri ini. Tidak diungkapkan bagaimana usaha polisi mengungkap kasus ini.
Mungkin karena pada masa itu ‘tangan-tangan’ Mafia begitu berkuasa dan merambah ke banyak sektor, termasuk di pemerintahan dan hokum. Tak seorang pun pernah tahu kebenaran Hoffa. Sebuah tim pernah menggali bagian dari stadion Giants yang disebut-sebut sebagai makam Hoffa, tapi tak ada apapun di sana.
18.Misteri Mothman Manusia Bersayap
Mothman adalah nama yang diberikan kepada makhluk aneh yang dilaporkan di Charleston dan Point Pleasant wilayah West Virginia antara bulan November 1966 dan Desember 1967. Namun laporan penampakan terbaru adalah tahun 2007. Kebanyakan pengamat menggambarkan Mothman sebagai pria bersayap berukuran besar dengan mata merah.

Ada laporan penampakan yang menyebut makhluk ini tidak berkepala, matanya ada di dada. Sejumlah hipotesis telah diajukan untuk menjelaskan keberadaan makhluk ini, dari ilmiah hingga fenomena paranormal bahkan teori konspirasi.
Laporan pertama tentang keberadaan makhluk itu disampaikan seorang bocah pada 1926. Pada saat yang sama, tiga orang sedang menggali kuburan di pemakaman di dekatnya, ketika mereka melihat makhluk seperti manusia namun bersayap keluar dari balik pepohonan. Ada banyak laporan penampakan Mothman, namun tidak ada satupun bukti foto.
19. El Chupacabra
El chupacabra (Goat sucker) atau chupacabra secara harfiah artinya penghisap kambing. Makhluk ini dikenal di komunitas peternak di Amerika Latin seperti Meksiko, dan Puerto Rico, di mana penampakannya pertama kali dilaporkan. Mahluk ini dilaporkan menyerang dan menghisap darah ternak, khususnya kambing.
Kasus serupa pernah dilaporkana terjadi di Moca,pada 1987. Ketika itu hewan-hewan peliharaan mati kering kehabisan darah. Maka sebutan kasus itu adalah vampire dari moca. Karena luka yang ditinggalkan mirip gigitan vampire, hanya kecil di leher.

Deskripsi yang paling umum dari chupacabra adalah memiliki kulit bersisik, dengan duri sepanjang punggungnya. Warna kulitnya, hijau keabu-abuan. Tingginya antara 2-3 meter, ia melompat seperti kangguru. Ia bisa melompat hingga setinggi 6 meter. Laporan tentang wajahnya, bermacam-macam. Ada yang menyebut mirip anjing, ada juga yang mengatakan, mirip macan kumbang. lidah bercabang dengan taring besar. Baunya seperti sulfat. Uniknya, beberapa saksi mengatakan, makhluk ini memiliki sayap.
20. D. B Cooper
DB Cooper (alias “Dan Cooper”) adalah nama samaran diberikan kepada seorang pembajak pesawat terkenal yang, pada 24 November 1971, setelah menerima pembayaran uang tebusan sebesar $ 200.000, melompat dari bagian belakang sebuah Boeing 727 yang terbang di atas Pacific Northwest. suatu tempat di atas Cascades selatan.

Sejak itu Cooper tidak pernah terlihat lagi, tidak diketahui apakah dia selamat dari lompatan itu. Pada tahun 1980, dilaporkan seorang anak berusia delapan tahun menemukan uang senilai $ 5.800 dalam keadaan basah. Uang pecahan $ 20 itu, terdampar di tepi sungai Columbia. Nomor seri dari uang itu, cocok dengan uang tebusan yang diberikan pada Cooper. Memang sengaja nomor seri dicatat untuk memudahkan melacak Cooper.
Konon, Cooper melompat dari bagian belakang pesawat dengan mengenakan parasut. Tidak diketahui, apakah parasut itu mengembang atau tidak. Namun sejak insiden Cooper ini, untuk pertama kalinya bandara udara memakai detector logam sebagai pengaman..***Diana

Selasa, 17 Januari 2012

peristiwa 1965

ini adalah Makalah Prof. Wertheim yang diterbitkan sebagai suplemen pada majalah ARAH, No. 1 tahun 1990. Makalah Prof. Wertheim ini pernah disampaikan dalam sebuah ceramah pada tanggal 23September 1990 di Amsterdam. berikut artikelnya


Saya minta ijin untuk, sebelum mencoba memberi analisa tentang peristiwa 1965, lebih dahulu menceritakan bagaimana terjadinya bahwa saya, walaupun mata pelajaran saya sosiologi, lama kelamaan mulai merasa diri sebagai pembaca suatu detective story yang cari pemecahan suatu teka-teki.


Dalam tahun 1957 saya bersama isteri saya mengajar sebagai guru besar tamu di Bogor. Saya pernah bertemu dengan ketua PKI Aidit dan beberapa tokoh lain dalam pimpinan partai. Aidit menceritakan tentang kunjungannya ke RRC, baru itu; dari orang lain saya dengar bahwa Mao Zedong bertanya pada Aidit: "Kapan kamu akan mundur ke daerah pedesaan?" Ucapan itu saya masih ingat waktu dalam tahun 1964 saya terima kunjungan di Amsterdam dari tokoh terkemuka lain dari PKI, Nyoto, yang pada waktu itu ada di Eropa untuk menghadiri suatu konperensi di Helsinki. Saya engingatkannya bahwa keadaan di Indonesia pada saat itu mirip sekadarnya kepada keadaan di Tiongkok dalam tahun 1927, sebelum kup Ciang Kaisyek. Pendapat saya ialah bahwa ada bahaya besar bahwa militer di Indonesia juga akan merebut kekuasaan. Saya anjurkan dengan kera s supaya golongan kiri di Indonesia mempersiapkan diri untuk perlawanan dibawah tanah, dan mundur ke udik. Jawaban Nyoto ialah bahwa saat bagi militer untuk dapat rebut kekuasaan sudah terlambat. PKI telah terlalu kuat baik dalam badan perwira maupun dalam badan bawahan tentara dan angkatan militer yang lain.


Saya tidak berhasil meyakinkan Njoto. Pagi 1 Oktober '65 kami dengar siaran melalui radio tentang formasi Dewan Revolusi di Jakarta. Sahabat saya, Prof. De Haas menelpon saya dan menyatakan: "Itu tentu revolusi kiri!" Saya menjawab: "Awas, menurut saya lebih masuk akal: provokasi!". Pada tanggal 12 Oktober kami dengar bahwa Jendral Soeharto, yang belum kenal kami namanya, telah berhasil tangkap kekuasaan. De Haas telepon saya lagi, dan mengatakan: "Saya takut mungkin kemarin Anda benar!"


Seminggu sesudahnya saya terima kunjungan dari kepala sementara kedutaan RRC di Den Haag. Ia rupanya memandang saya sebagai ahli politik tentang Indonesia, dan ia hendak mengetahui: "Apa yang sebenarnya situasi politik di Indonesia sekarang?" Jawaban saya ialah: "Tentu Anda sebagai orang Tionghoa dapat mengerti keadaan! Sangat mirip kepada yang terjadi di Tiongkok dalam tahun 1927 waktu Ciang Kaisyek mulai kup kanan dengan tentaranya, dan komunis kalah, di Syanghai, dan lantar di Hankau (Wuhan) dan di Canton (Guangzhou)" . Ia tidak mau setuju. Di bulan Januari tahun 1966 saya terima dari beberapa rekan yang saya kenal, yang mengajar di Cornell Univesity di A.S., suatu 'Laporan Sementara' tentang peristiwa September-Oktober di Indonesia. Mereka sangat menyangsikan apakah peristiwa itu benar suatu kup komunis, seperti dikatakan oleh penguasa di Indonesia dan oleh dunia Barat.


Yang terima laporan itu, boleh memakai bahannya (begitu mereka tulis kepada saya), tetapi untuk sementara tanpa menyebut sumbernya, oleh karena mereka masih mencari bahan tambahan, dan meminta reaksi dan informasi lagi. Dengan mempergunakan bahan dari laporan Cornell itu, saya menulis suatu karangan yang dimuat dalam mingguan Belanda "De Groene Amsterdammer" pada tanggal
19 Februari 1966, dengan judul "Indonesia berhaluan kanan" Dalam karangan itu saya tanya: mengapa di dunia Barat sedikit saja perhatian terhadap pembunuhan massal di Indonesia, kalau dibanding dengan tragedi lain di dunia, yang kadang- kadang jauh lebih enteng daripada yang terjadi di Indonesia baru-baru ini? Barangkali alasannya bahwa pandangan umum seolah-olah golongan kiri sendirilah yang bersalah - apakah bukan mereka sendiri yang mengorganisir ku p 30 September dan yang bersalah dalam pembunuhan 6 jendral itu?.


Maka dalam karangan itu saya mencoba memberi rekonstruksi peristiwa- peristiwa dan menarik kesimpulan bahwa sedikit sekali bukti tentang golongan PKI bersalah dalam peristiwa itu. Saya juga tambah bahwa cara perbuatan dengan menculik dan membunuhi jenderal tidak mungkin berguna untuk PKI - jadi salah mereka tidak
masuk akal. Lagi hampir tidak ada persiapan dari golongan kiri untuk menghadapi situasi yang akan muncul sesudah kup. Dalam karangan itu saya juga menyebut kemiripan kepada peristiwa di Shanghai dalam tahun 1927, yang juga sebenarnya ada kup dari golongan reaksioner. Kesimpulan saya dalam karangan di "Groene Amsterdammer" itu: "Terminologi resmi di Indonesia masih adalah kiri, akan tetapi jurusannya adalah kanan". Kemudian, dalam bulan Februari tahun '67, Mingguan Perancis "Le Monde" mengumumkan wawancara dengan saya.


Dalam wawancara saya bertanya: "Mengapa Pono dan Sjam, yang rupanya tokoh penting dalam peristiwa 65 itu, tidak diadili? Dikatakan dalam proses yang telah diadakan, misalnya proses terhadap Obrus Untung, bahwa mereka itu orang komunis yang terkemuka.


Apa yang terjadi dengan mereka itu, khususnya dengan Sjam, yang
agaknya seorang provokatir, yang pakai nama palsu?" Mencolok mata bahwa beberapa minggu sesudah wawancaranya itu ada berita dari Indonesia bahwa Sjam, yang namanya sebenarnya Kamaruzzaman, ditangkap. Saya dengar kabar itu di radio Belanda,
pagi jam 7. Dikatakan bahwa Sjam itu sebagai seorang Double agent! Saya ingin dengar lagi siaran jam 8 diulangi bahwa Sjam ditangkap, tetapi kali ini TIDAK ditambah bahwa ia double agent! Rupanya dari kedutaan Indonesia ada pesan supaya istilah itu jangan dipakai! Tetapi saya dapat Sinar Harapan dari 13 Maret '67, dan di sana ada cerita tentang cara Sjam itu ditangkap. Dan judul berita itu: "Apakah Sjam double agent?"


Tetapi sesudahnya di pers Indonesia istilah double agent itu tidak pernah diulangi lagi. Dalam semua proses di mana Sjam muncul sebagai saksi atau terdakwa, Sjam selamanya dilukiskan sebagai seorang komunis yang sejati, yang dekat sekali dengan ketua Aidit. Ia selalu MENGAKU bahwa dia yang memberi semua perintah dalam peristiwa 1 Oktober, tetapi ia selalu tambah bahwa yang sebenanrya memberi perintah itu Aidit yang juga ada pada hari itu di Halim, dan yang sebenarnya menurut Sjam dalang dibelakang segala yang terjadi. Tentu Aidit tidak dapat membela diri dan membantah segala bohong dari Sjam, oleh karena ia dibunuh dalam bulan November 1965 tanpa suatu proses, ditembak mati oleh Kolonel Jasir Hadibroto. Begitu juga pemimpin PKI lain, seperti Njoto dan Lukman, tidak dapat membela diri di pengadilan.


Tentulah segala eksekusi tanpa proses itu membantu Orde Baru dalam menyembunyikan kebenaran. Sudisman diadili, tetapi pembelaannya tidak mendapat kemungkinan untuk mengajukan hal-hal yang melepaskan PKI dari sejumlah tuduhan: ia dipaksa untuk mencoret bagian tentang hal itu dari pleidoinya! Waktu Sjam kedapatan sebagai double agent yang sebagai militer masuk kedalam
PKI untuk mengintai, saya mulai menduga pula bahwa Soeharto sendiri mungkin terlibat dalam permainan-munafik. Pada tanggal 8 April 1967 di mingguan "De Nieuwe Linie" dimuat lagi wawancara dengan saya. Dalam wawancara ini saya telah menyebut kemungkinan bahwa "kup" dari 1 Oktober 1965 adalah satu provokasi dari kalangan perwira; dan waktu itu saya telah TAMBAH bahwa Soehartolah yang paling memanfaatkan kejadian-kejadian. Saya mengatakan begitu: "Aneh sekali: kalau semua itu akan terjadi di suatu cerita detektif, segala tanda akan menuju kepada dia, Soeharto, paling sedikit sebagai orang yang sebelumnya
telah punya informasi. Misalnya setahun sebelum peristiwa 65, Soeharto turut menghadiri pernikahan Obrus Untung yang diadakan di Kebumen. Untung dahulu menjadi orang bawahan Soeharto di tentara. Lagi, dalam bulan Agustus tahun 65, Soeharto juga bertemu dengan Jenderal Supardjo, di Kalimantan. Dan mereka, Untung dan Supardjo, telah main peranan yang utama dalam komplotan.


Aneh lagi, bahwa Soeharto tidak ditangkap dalam kup, dan malahan
KOSTRAD tidak diduduki dan dijaga pasukan yang memberontak, walaupun letaknya di Medan Merdeka dimana banyak gedung diduduki atau dijaga. Semua militer mengetahui bahwa kalau Yani tidak di Jakarta atau sakit, Soehartolah sebagai jenderal senior yang menggantikannya. Aneh juga bahwa Soeharto bertindak secara sangat efisien untuk menginjak pemberontakan, sedangkan grup Untung dan kawannya semua bingung." Wawancara itu saya akhiri dengan mengatakan: "Tetapi sejarahpun lebih ruwet dan sukar daripada detective-story" .


Begitulah pendapat saya di tahun 1967. Tetapi dalam tahun 1970 terbit buku Arnold Brackman, jurnalis A.S. yang sangat reaksioner; judulnya "The Communist Collapse in Indonesia". Di halaman 100 Brackman menceritakan isi suatu wawancara dengan Soeharto, agaknya dalam tahun 1968 atau 1969, tentang suatu pertemuan Soeharto dengan Kolonel Latief, tokoh yang ketiga dari pimpinan kup tahun 65. Isinya: "Dua hari sebelum 30 September anak lelaki kami, yang umurnya 3 tahun, dapat celaka di rumah. Ia ketumpahan sup panas, dan kami dengan buru-buru perlu mengantarkannya ke rumah sakit.


Banyak teman menjenguk anak saya di sana pada malam 30 September, dan saya juga berada di rumah sakit. Lucu juga kalau diingat kembali. Saya ingat Kolonel Latief datang ke rumah sakit malam itu untuk menanyakan kesehatan anak saya. Saya terharu at as keprihatinannya. Ternyata kemudian Latief adalah orang terkemuka dalam kejadian yang sesudahnya. Kini menjadi jelas


bagi saya malam itu Latief ke rumah sakit bukan untuk menjenguk anak saya, melainkan sebenar-nya UNTUK MENCEK SAYA. Ia hendak tahu betapa genting celaka anak saya dan ia dapat memastikan bahwa saya akan terlampau prihatin dengan keadaan anak saya. Saya tetap di rumah sakit sampai menjelang tengah malam dan kemudian pulang ke rumah". Begitulah kutipan dari buku Brackman tentang wawancaranya dengan Soeharto. Untuk saya pengakuan ini dari Soeharto, bahwa ia bertemu dengan Kolonel Latief kira-kira empat jam sebelum aksi terhadap 7 jenderal mulai, sungguh merupakan 'rantai yang hilang' - the missing link dalam detective story. Hal ini dengan jelas membuktikan hubungan Soeharto dengan tokoh utama dalam peristiwa tahun 1965.


Tentu Latief, yang pergi ke R.S. Gatot Subroto, yaitu Rumah Sakit Militer, 3 atau 4 jam sebelum serangan terhadap rumah-rumah 7 jenderal mulai, maksudnya untuk menceritakan pada Soeharto tentang rencana mereka ¡V tetapi sukar membuktikan itu selama Soeharto berkuasa, dan Latief dalam situasi orang tahanan. Hanya satu hal yang kurang terang. Mengapa Soeharto mencerita-kan pada
Brackman tentang pertemuan ini? Agaknya ada orang yang memperhatikan kedatangan Latief ke rumah sakit. Oleh karena itu Soeharto merasa perlu memberi alasan kunjungan itu yang dalam dipahami: Latief mau periksa apakah Soeharto begitu susah oleh karena keadaan sehingga ia tak mungkin bertindak pada esok harinya! Pengakuan Soeharto itu menjadi untuk saya kesempatan untuk mengumumkan karangan di mingguan "Vrij Nederland" pada tanggal 29 Agustus 1970, dengan judul "De schakel die ontbrak: Wat deed Soeharto in de nacht van de staatsgreep? " (Rantai
yang hilang: apa yang diperbuat Soeharto pada malam kup?).


Dalam karangan itu saya menguraikan segala petunjuk bahwa Soeharto benar terlibat di dalam peristiwa tahun 65. Karangan ini dimuat satu hari sebelum Soeharto datang ke Belanda untuk kunjungan resmi - kunjungan yang gagal sama sekali. Karangan yang serupa itu juga saya umumkan dalam bahasa Inggris di dalam majalah ilmiah "Journal of Contemporary Asia" tahun 1979, dengan judul: "Soeharto and the Untung Coup: The Missing Link". Waktu saya mengumumkan dua karangan itu, saya belum mengetahui bahwa dalam wawancara lain, sebelum bulan Agustus 1970 itu, Soeharto sekali lagi menyebut pertemuannya dengan Kolonel Latief itu - tetapi kali ini dengan nada yang sangat berlainan. Wawancara itu dimuat dalam mingguan Jerman Barat, "Der Spiegel", tanggal 27 Juni, halaman 98. Wartawan Jerman itu bertanya: "Mengapa tuan Soeharto tidak termasuk daftar jenderal-jenderal yang harus dibunuh?" Jawaban Soeharto yaitu: "Pada jam 11 malam Kolonel Latief, seorang dari komplotan kup itu, datang ke rumah sakit untuk membunuh saya, tetapi nampak akhirnya ia tidak elaksanakan rencananya karena tidak berani melakukannya di tempat umum."


Masa, heran seolah-olah Kolonel Latief ada rencana untuk membunuh Soeharto, 4 jam sebelum aksi terhadap 7 jenderal yang lain akan dimulai, yang tentu berakibat seluruh komplotan akan gagal! Kebohongan Soeharto itu suatu bukti lagi bahwa Soeharto mau menyembunyikan apa-apa, dan cari akal untuk luput dari persangkaan ia terlibat dalam kup! Sedangkan tokoh lain dari komplotan, sebagai Obrus Untung, Jenderal Supardjo dan Mayor Sudjono sudah lama terkena hukuman mati dan diekseskusi, Kolonel Latief selama lebih dari 10 tahun tidak diadili.


Alasan yang disebut oleh pemerintah, yaitu bahwa ia 'sakit-sakitan' an tidak dapat menghadiri sidang pengadilan. Benar bahwa ia kena luka berat di kaki waktu tertangkap; tetapi kawannya di penjara mengatakan bahwa ia sudah lama dapat menghadap di sidang sebagai saksi atau terdakwa. Akhirnya, dalam tahun 1978 sidang dalam perkara Latief mulai. Dalam eksepsinya dari tanggal 5 Mei, Latief telah memberi keterangan, bahwa ia besama keluarganya berkunjung di rumah Soeharto dengan dihadiri Ibu Tien, dua hari sebelum tanggal 30 September; ia juga menceritakan bahwa ia mengunjungi Soeharto pada malam 30 September di Rumah Sakit Militer. Ia menerangkan bahwa ia, Obrus Untung dan Jenderal Supardjo, yang baru pulang dari Kalimantan, bertiga pimpinan militer
dari aksi keesokan harinya, berkumpul di rumahnya pada jam 8 untuk berunding.


Mereka memutuskan untuk malam itu juga menemui Soeharto, untuk
memperoleh dukungannya dalam rencana. Latief mengusulkan supaya mereka akan bertiga menghadap Soeharto, tetapi Untung tidak berani, dan mereka akhirnya mengutus Latief oleh karena ia yang paling dekat dengan Soeharto. Untung dan Supardjo masih punya urusan lain yang penting. Latief telah menjadi bawahan dari Soeharto waktu Jogya diduduki Belanda, tahun 1949. Malahan, menurut keterangan Latief dalam eksepsinya, waktu serangan ke Jogya pada tanggal 1 Maret 1949, dengan Jogya diduduki pasukan Republik selama 6 jam, bukan Soeharto yang sebenarnya masuk Jogya melainkan Latief sendiri! Waktu Latief pulang ke komandonya di pegunungan bersama grupnya, Soeharto bersama ajudannya sedang makan soto! Pada waktu komando Mandala yang dibawah komando Soeharto, Latief menjadi kepala intellijen dari Komando di Makasar.


Dalam eksepsinya Latief dengan terang menjelaskan bahwa waktu ia
bertemu dengan Soeharto di rumah sakit, ia menceritakan padanya seluruh rencana untuk malam itu. Ia minta pengadilan supaya Soeharto dan istrinya akan dipanggil sebagai saksi. Putusan pengadilan: tidak, karena kesaksiannya tak akan 'relevan'. Dalam pledoinya yang tertulis Latief mengulangi lebih jelas lagi tentang pembicaraannya di rumah sakit. Dia menerangkan: "Setelah saya lapor kepada Jenderal Soeharto mengenai Dewan Jenderal dan lapor pula mengenai Gerakan, Jenderal Soeharto menyetujuinya dan tidak pernah mengeluarkan perintah melarang" (hal. 128). Pledoi dan Eksepsi Latief kami punya seluruhnya dalam bahasa Indonesia. Dalam pers Indonesia segala keterangannya tentang pertemuan dengan Soeharto itu sama sekali tidak diumumkan dan tidak diperhatikan.


Mengapa begitu? Untuk saya dari mulanya jelas bahwa keterangan yang lebih sempurna lagi disimpan di suatu tempat DILUAR Indonesia, dengan pesan supaya lantas diumumkan kalau Latief akan dibunuh! Soeharto agaknya takut kalau kebenaran tentang pertemuan dengan Latief akan diumumkan! Dalam otobiografinya ia bohong sekali lagi: ia menceritakan bahwa ia bukan BERTEMU dengan Latief di rumah sakit, melainkan hanya lihat dari ruangan di mana anaknya dirawat dan di mana ia berjaga bersama Ibu Tien, bahwa Latief jalan di koridor melalui kamar itu! Siapa sudi percaya? Juga aneh sekali bahwa Soeharto ,menurut keterangannya sendiri, jam 12 malam waktu keluar dari rumah sakit, bukan terus mencoba memberikan tanda berwaspada kepada jenderal-jenderal kawannya yang dalam tempo tiga atau empat jam kemudian akan ditimpa nasib malang, m elainkan terus pulang ke rumah untuk tidur! Hal yang menarik yaitu bahwa Kolonel Latief beberapa waktu silam telah meminta pada Soeharto supaya hukumannya dikurangi.


Dalam Far Eastern Economic Review dari 2 Agustus tahun ini (1990) diberitahukan bahwa memoirenya disimpan di satu bank - entah di mana. Jadi, telah agak tentu bahwa Soeharto terlibat dalam peristiwa 65 dengan berat. Menurut fasal 4 dari Keputusan Kepala Kopkamtib bertanggal 18 Oktober tahun 1968, dalam Golongan A yang paling berat termasuk semua orang yang terlibat dengan langsung, di antaranya dalam grup itu juga segala orang yang mempunyai pengetahuan lebih dahulu terhadap rencana kup dan yang lalui dalam melapor kepada yang berwajib. Jadi, Soeharto pada malam itu seharusnya mesti melapor paling sedikit kepada Jenderal Yani! Dan tentu juga kepada Jenderal Nasution. Artinya bahwa Soeharto jauh lebih jelas 'terlibat' dalam peristiwa 1 Oktober '65 daripada semua korbannya yang selama 10 tahun atau 14 tahun ditahan di penjara atau di kamp konsentrasi seperti di pulau Buru, dengan alasan bahwa mereka terlibat 'tidak langsung' dalam peristiwa G30S!


Jadi, sekarang telah jelas bahwa Soeharto terlibat oleh karena mempunyai pengetahuan lebih dahulu. Lebih sukar membuktikan, bahwa ia juga aktip dalam suatu PROVOKASI. Soeharto tentu bukan satu-satunya orang yang punya pengetahuan lebih dahulu. Terang bahwa Kamaruzzaman (Sjam) memainkan peran penting sekali dalam provokasi. Ia militer, agaknya dalam Kodam V Jakarta.


Tetapi siapa atasannya yang mendorongnya untuk mempersiapkan kup bersama tiga perwira tinggi itu, dengan maksud untuk memkompromitir baik PKI maupun Soekarno? Sekarang saya akan coba memberi analisa yang sedikit mendalam. Memang ada orang lain yang punya pengetahuan lebih dahulu. Barangkali Soekarno sendiri punya sedikit pengetahuan lebih dahulu.


Tetapi tentu ia tidak ingin PEMBUNUHAN jenderal yang dituduhi membangun Dewan Jenderal. Barangkali maksudnya hanya untuk menuntut pertanggungjawaban mereka. Sesudah ia dengar bahwa ada beberapa jenderal yang mati, ia memberi perintah supaya seluruh aksi itu berhenti. Mungkin juga bahwa tiga perwira tinggi itu, Untung, Latief dan Supardjo, bukan menghendaki pembunuhan, melainkan hanya menuntut pertanggungjawaban mereka. Juga tidak jelas mengapa Aidit, ketua PKI, dijemput dari rumahnya pada malam itu dan diantarkan ke Halim.


Rupanya pada saat itu ia punya kepercayaan kepada Sjam. Tetapi kami sama sekali tidak tahu peranan Aidit sesudah ia disembunyikan di rumah seorang bintara di Halim; menurut segala kesaksian ia tidak muncul dalam perundingan- perundingan dan pertemuan-pertemuan , lagi pula tidak bertemu dengan Presiden Soekarno yang juga dibawa ke Halim. Oleh karena ia dibunuh tanpa proses, kami tidak punya keterangan dari dia sendiri - kami hanya punya keterangan dari Sjam yang membohong seolah-olah semua ia, Sjam, berbuat, terjadi atas perintah Aidit.


Misalnya dalam proses Latief di tahun 1978 Sjam 'mengaku' bahwa
bukan Latief, melainkan DIA yang memberi perintah untuk m embunuhi jenderal- jenderal yang masih hidup waktu dibawa ke Lubang Buaya ¡V tetapi ia tambah seolah- olah pembunuhan itu juga atas perintah Aidit. Jadi seluruh perbuatan Sjam dimaksud untuk memburukkan nama PKI. Dan suatu alasan mengapa Latief TIDAK dapat hukuman mati, ialah oleh karena ia mungkir bahwa dia yang perintahkan membunuhi jenderal, dan Sjam dalam proses itu mengakui bahwa ia sendiri yang memerintahkannya. Tetapi segala 'jasanya' kepada grup Soeharto tidak berguna untuk dia pribadi: beberapa tahun silam ia dieksekusi bersama pembantunya Pono dan Bono.


Agak jelas bahwa pada malam 30 September, dua-duanya, Soekarno dan Aidit yakin bahwa Dewan Jenderal sebenarnya ada dan bahwa Dewan itu berencana untuk merebut kekuasaan pada tanggal 5 Oktober 1965. Begitu juga grup Untung, Latief dan
Supardjo memang yakin bahwa Dewan Jenderal itu memang ada. Dalam prosesnya dalam tahun 1967 Sudisman turut menjelaskan bahwa ia masih yakin tentang eksistensi Dewan Jenderal itu dan rencana mereka.


Soeharto Dalang G30S ?


Dalam tahun 1970 saya juga masih berpendapat bahwa Dewan Jenderal itu benar ADA. Begitu juga pendapat PKI, misalnya dalam otokritik mereka. Tetapi lama kelamaan saya mulai sangsikan apakah dewan itu benar ada dan aktip dalam tahun 1965. Sudah tentu, kalu peristiwa 65 memang suatu provokasi, bagaimana mungkin apa yang dimanakan Dewan Jenderal itu menjadi dalangnya: terlalu aneh kalau orang mengorbankan diri sendiri dengan tujuan politik! Apalagi telah ada cukup tanda bahwa Jenderal Yani agak taat kepada Soekarno.


Pikiran saya berubah sewaktu saya baca sekali lagi keterangan bekas Mayor Rudhito dalam proses Untung. Ia memberi suatu keterangan tentang suatu pita yang ia dengar, dan catatan tentang isinya yang ia terima pada tanggal 26 September 1965 dimuka gedung Front Nasional tentang Dewan Jenderal. Ia terima bukti itu dari empat orang, yaitu: Muchlis Bratanata, dan Nawawi Nasution, dua-dua dari N.U. dan Sumantri Singamenggala dan Agus Herman Simatoepang, dua-dua dari IPKI. Mereka itu mengajak Rudhito akan membantu pelaksanaan rencana Dewan Jenderal. Di tape itu dapat didengar pembicaraan dalam suatu pertemuan yang diadakan pada tanggal 21 September di gedung Akademi Hukum Militer di Jakarta. Rudhito ingat bahwa ia dengar suara dari Jenderal Mayor S. Parman, satu dari 6 jenderal yang lantas dibunuh pada tanggal 1 Oktober pagi . Parman menyebut, menurut pita dan catatan yang Rudhito dengar dan baca, suatu daftar orang yang harus diangkat sebagai menteri: di antara mereka juga sejumlah jenderal yang lantas diserang dan diculik pada 1 Oktober. Nasution disebut sebagai calon perdana menteri; Suprapto akan menjadi menteri dalam negeri, Yani diusulkan sebagai menteri HANKAM, Harjono menteri luar negeri, Sutojo menteri kehakiman dan Parman sendiri akan menjadi jaksa agung. Ada juga nama lain yang disebut, diantaranya Jenderal Sukendro.


Rupanya tape itu tidak ditunjukkan sebagai bahan bukti pada sidang
Obrus Untung; juga di sidang lain tidak muncul. Menurut Rudhito dan terdakwa Untung tape itu juga diserahkan kepada Jenderal Supardjo, yang pada tanggal 29 September baru tiba di Jakarta dari Kalimantan. Supardjo rupanya terus memberikan dokumen itu pada Presiden Soekarno; dan menurut Rudhito dukumen itu juga ada di tangan kejaksaan Agung dan KOTRAR.


Kesimpulan saya: kemungkinan besar bawha tape (yang tidak pernah muncul!) dan teks itu yang diberikan pada Rudhito, suatu pelancungan, pemalsuan. Maksudnya dan akibatnya: ialah sehingga grup Untung, pimpinan PKI dan Presiden Soekarno DIYAKINKAN DAN PERCAYA, bahwa komplotan Dewan Jenderal yang telah seringkali disebut sebagai kabar angin, sebenarnya ADA dengan rencana untuk merebut kekuasaan dari Soekarno dan kabinetnya.


Dengan tipu muslihat ini, yang sebenarnya suatu provokasi, baik Soekarno maupun pimpinan PKI, termasuk Aidit, didorong supaya meneruskan usahanya agar aksi Dewan Jenderal itu pada tanggal 5 Oktober 1965 dapat dihalangi! Jadi sekarang timbul pertanyaan, golongan mana yang sebagai dalang merencanakan seluruh provokasi itu, dengan mengorbankan jiwa enam atau tujuh jenderal.


Untuk saya, pada saat ini, sulit memberi jawaban. Saya sudah lanjut
usia. Saya harap dalam ruangan ini barangkali orang Indonesia dapat meneruskan penyelidikan itu untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang masih ada.


Tentu gampang menyangka bahwa rencana itu tercipta dikalangan militer dan bahwa Kamaruzzaman- Sjam telah memainkan suatu peranan yang berarti dalam hal ini. Sangat mungkin juga, bahwa beberapa perwira agak tinggi dari angkatan udara, seperti BARANGKALI Obrus Heru Atmodjo, dan sudah tentu Mayor Sujono - yang sebagai saksi dan sebagai terdakwa seringkali memberi keterangan yang tidak masuk akal dan saling bertentangan - pastilah sangat aktip dalam merencanakan seluruh aksi. Sujonolah yang memperkenalkan Untung dan Latief dengan Sjam dan
dua pembantuanya, Pono dan Bono.


Juga ada kesaksian bahwa yang sebenarnya memberi perintah pada
Gathut Sukrisno untuk membunuh jenderal-jenderal dan kapten Tendean yang masih hidup di Lubang Buaya, bukan Sjam melainkan Sujono. Begitu juga pendapat Dr. Holtzappel yang telah menulis suatu nalisa penting tentang peristiwa 1965 dalam "Journal of
Contemporary Asia" pada tahun 1979.


Pembunuhan yang sengaja itu juga tentu merupakan bagian dari seluruh provokasi terhadap PKI. Menurut Holtzappel, sebagai DALANG dalam Angkatan Bersenjata barangkali harus dianggap Jenderal Sukendro, pernah kepala military intelligence, dan kolonel Supardjo, Sekretaris KOTRAR yang pernah menjadi pembantu dari Sukendro. Presiden Soekarno agaknya sangat benar dalam analisa pendeknya, waktu ia membela diri dimuka MPRS dengan keterangan tertulis 'Nawaksara' pada tanggal 10 Januari 1967 terhadap tuduhan-tuduhan. Kesimpulannya ialah: "1) keblingernya pimpinan PKI, 2) kelihaian subversi Nekolim, dan 3) memang adanya oknum-oknum yang tidak benar". Arti istilah Nekolim pada masa itu ialah: Neokolonialisme, kolonialisme dan imperialisme.


Tentu maksudnya Soekarno bahwa ada dalang sebenarnya yang dari luar negeri. Bagaimana dengan Amerika Serikat, dan CIA? Sudah dari awal tahun 50an A.S. campur tangan dengan politik Indonesia. Telah mulai dengan Mutual Security Act dari tahun 1952, yang dahulu ditandatangani oleh menteri luar negeri Subardjo dari kabinet-Sukiman, dan yang lantas dibatalkan. Juga ada campurtangan AS sewaktu pemberontakan Dewan Banteng dan Permesta, dan sesudahnya waktu didirikan PRRI, dalam tahun 57-58. Peter Dale Scott, yang dulu menjadi diplomat dan sekarang guru besar di Universitas California, menulis beberapa karangan penting tentang campurtangan A.S. dalam tahun 60an: dahulu karangannya diumumkan dalam tahun 1975, dan lantas di "Pacific Affairs" tahun
1985: "The U.S. and the Overthrow of Soekarno". (Ada terjemahan dalam bahasa Bel anda yang diterbitkan oleh Indonesia Media).


Dalam tahun 1990 ini seorang ahli sejarah yang saya tidak kenal namanya Brands, menulis seolah-olah sejak permulaan tahun 65 U.S.A. sama sekali tidak campur tangan lagi dalam politik Indonesia; beliau dengar ini dari tokoh CIA - masa dapat dipercaya? Sekarang kita sudah tahu dengan pasti bahwa dari awal Oktober 65 baik kedutaan A.S. maupun CIA sangat campur tangan, misalnya dengan memberi daftar berisi nama 5000 tokoh PKI dan organisasi kiri lain pada KOSTRAD - supaya mereka ditangkap; diplomat dan staf CIA tidak perduli kalau korbannya juga akan dibunuh! Tetapi bagaimana SEBELUM 1 Oktober? Ada suatu keterangan dari ahli sejarah Amerika yang termasyur: Gabriel Kolko. Ia menulis dalam buku yang diumumkan dalam tahun 1988 (yang judulnya "Confronting the Third: U.S. Foreign Policy 1945-1980"), bahwa semua bahan dari ked utaan A.S. di Jakarta dan dari State Department (yaitu kementerian Luar Negeri) untuk tiga bulan SEBELUM 1 Oktober tahun 1965 sama sekali ditutup, dan tidak boleh diselidiki oleh siapapun juga.


Dalam suatu keterangan yang ia tambah dari tanggal 13 Agustus 1990 ia mengatakan bahwa ia tidak kenal suatu masa manapun juga di kurun 1945 sampai 1968 yang ditutup dengan rahasia yang demikian untuk menyembunyikan informasi yang sungguh penting. Hal itu sangat aneh, dan menimbulkan persangkaan bahwa ada kejadian yang sangat rahasia yang harus ditutupi. Moga-moga penyelidikan yang sekarang akan dijalankan oleh Congress di Washington tentang daftar yang dibuat sesudah 1 Oktober 1965 oleh suatu tokoh dari kedutaan A.S. di Jakarta, tuan Martens, akan memberi kesempatan untuk anggota Congress supaya menuntut informasi tentang periode tiga bulan itu, dan supaya arsip itu akan 'de-classified' , jadi akan dibuka untuk diselidiki oleh ahli sejarah
dan dunia keilmuan umumnya. Kolko juga memberitahu bahwa Jenderal Sukendro pada tanggal 5 November 1965 minta pertolongan yang tersembunyi dari A.S. untuk menerima pesenjataan kecil dan alat komunikasi yang akan dipakai oleh pemuda Islam (ANSOR) dan nasionalis bagi menghantem PKI. Kedutaan A.S. setuju akan mengirim barang-barang itu yang disembunyikan sebagai obat-obatan (Kolko, hal. 181), dan teks kawat-kawat dari Kedutaan A.S . ke Washington dari 5/11, 7/11, ... dan 11/11-65.


Tetapi kita harus insyaf bahwa selain dari CIA badan A.S. masih ada badan intelijens negara lain yang 25 tahun yang silam mungkin berkepentingan dalam menjatuhkan rezim Soekarno: misalnya Pemerintah Inggris, yang pada masa itu masih terlibat dalam pertentangan antara Indonesia dan negeri baru yang didirikan oleh Inggris: Malaysia. Dan lagi negara Jepang mungkin juga harus diperhatikan sebagai calon dalang kejadian itu. Heran bahwa pada tanggal 2 Oktober 1965 hanya ada SATU surat kabar diluar negeri yang tahu siapa Jenderal Soeharto dan dapat mengumumkan biografinya: Asahi Shimbun. Jepang lagi banyak mendapat manfaat dalam kerjasama dengan Orde Baru. Mengapa masih penting untuk
menyelidiki sejarah peristiwa tahun 1965?


Saya akan baca pendapat saya yang baru ini saya umumkan dalam pendahuluan saya untuk buku kecil yang berisi sajak dari Magusig O. Bungai. Judul kumpulan sajak itu ialah "Sansana Anak Naga dan Tahun-Tahun Pembunuhan". Dalam sajaknya Hutan pun bukan lagi di mana rahasia bisa berlindung, Magusig O. Bungai menulis tentang pembunuhan massal antas perintah Stalin: 50 tahun berlalu 50 tahun hutan Katyn menutup rahasia 15.000 prajurit polan dimasakre di tengah rimba 50 tahun kemudian waktu memaksa kekuasaan terkuat membuka suara menutur kebenaran. Menurut saya penting sekali bahwa Magusig mendorong anak-anak negerinya agar mencari kebenaran. Ahli sejarah Abdurahcman Suriomihardjo dalam "Editor" 2 Juni 1990 menulis, bahwa "pembukaan dokumen yang semula rahasia itu sangat membantu rekonstruksi sejarah". Akan tetapi duduknya perkara masakre di Indonesia 25 tahun yang lalu agak berlainan dari pembunuhan Katyn yang menimpa 15.000 orang perwira Polandia. Kelainannya ialah oleh karena masakre di Indonesia itu pada hakikatnya tidak ada rahasianya sama sekali. Pembunuhan massal di Indonesia atas tanggung jawab Jenderal Soeharto bukanlah suatu rahasia.


Si penanggungjawab ini justru terus-menerus bangga akan perbuatannya. Terhadap masakre benar-besaran dalam tahun-tahun pembunuhan sesudah 1965, Soeharto tidak pernah memperlihatkan penyesalannya atas pelanggaran hak azasi manusia yang luar biasa itu. Sebaliknya, ia selalu memamerkan dengan bangga tindakannya yang durjana itu. Tentang ini telah terbukti sekali lagi baru-baru ini.


Dengan adanya pengakuan pers Amerika Serikat, bahwa staf kedubes Amerika Serikat di Jakarta menyerahkan daftar nama-nama kader PKI dan ormas yang dekat dengannya kepada Angkatan Darat Indonesia agar mereka itu ditangkap dan dibunuh, tidak seorangpun juru bicara pemerintah Orde Baru yang memungkiri telah terjadinya pembantaian massal, ataupun mengucapkan penyesalan mereka terhadap peristiwa yang terjadi 25 tahun yang lalu itu.


Mereka ini cukup berpuas diri dengan penegasan pengakuan: bahwa
militer Indonesia sama sekali tidak perlu menerima daftar tersebut dari pihak asing, oleh karena mereka sendiri cukup mengetahui siapa-siapa kader-kader PKI! Juga di dalam otobiografinya, Soeharto sama sekali tidak menunjukkan tanda, bahwa ia menyesali terhadap jatuhnya korban rakyat sebanyak setengah atau
satu juta.


Justru sebaliknyalah, terhadap prajurit-prajurit pembunuh pun ia
tidak mencela perbuatan mereka. Misalnya dalam hal kolonel Jasir Hadibroto, dalam "Kompas Minggu", 5 Oktober 1980 ia menceritakan pengakuannya kepada Soeharto, yaitu bahwa ia telah membunuh ketua PKI DN Aidit tanpa keputusan pengadilan. Dengan jalan demikian Aidit tidak bisa membela diri di depan sidang
pengadilan, dan karenanya pula penguasa dengan leluasa dapat menyiar- kan 'pengakuan' Aidit yang palsu. Kolonel ini justru dihadiahi Soeharto dengan kedudukan sebagai gubernur Lampung. Dalam hal ini tentu saja Soeharto sendirilah yang bertanggung- jawab. Karena pembunuhan itu hanya terjadi sesudah Jasir Hadibroto menerima perintah dari Soeharto yang, menurut Jasir, mengatakan: "Bereskan itu semua!".


Masih cukup banyak hal yang harus dibukakan di depan mata seluruh rakyat Indonesia. Sejarah peristiwa 1965 dan lanjutannya, seperti yang tertera didalam tulisan resmi para pendukung Orde Baru, seluruhnya harus ditinjau kembali dan dikoreksi. Misalnya tentang pembunuhan terhadap para anggota PKI atau BTI (Barisan Tani Indonesia) yang selalu dibenarkan dengan dalih, seakan- akan mereka dibunuh karena "terlibat dalam Gestapu/PKI 1965". Barangkali benar, ada beberapa kader PKI yang telah ikut memainkan peranan dalam peristiwa 1 Oktober 1965 itu. Tetapi bisakah ratusan ribu kaum tani di Jawa dituduh terlibat dalam peristiwa penyerangan terhadap 7 orang jenderal pada pagi-pagi buta 1 Oktober 1965 saat itu di Jakarta? Dari berita "The Washington Post" 21 Mei 1990 menjadi jelas, bahwa sejak semula Soeharto telah berketetapan hati untuk menghancur-leburkan PKI.


Dalih umum yang dikemukakan oleh Mahmilub atau pengadilan semacamnya adalah bahwa semua anggota atau simpatisan PKI ' terlibat dalam peristiwa G30S-PKI '. Dalih demikian pulalah yang dipakai pemerintah untuk membenarkan pembuangan tanpa pemeriksaan pengadilan lebih dari 10.000 orang yang dipandang sebagai simpatisan gerakan kiri ke Pulau Buru, yang pada umumnya selama 10 tahun lebih.


Mereka itu dianggap sebagai 'terlibat secara tidak langsung dalam
Gestapu/PKI' . Lalu, siapakah yang terlibat langsung? Yang betul-betul terlibat LANGSUNG adalah seorang yang paling memperoleh untung dari kejadian itu, tak lain tak bukan ialah Jenderal Soeharto sendiri. Semua bahan-bahan itu tentu sangat penting untuk meninjau kembali sejarah peristiwa 1 Oktober 1965. Ada beberapa
hal lagi yang perlu diterangkan.


Di tengah-tengah terjadinya pembantaian massal terhadap orang-orang yang dianggap PKI di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sejumlah kader PKI yang berhasil terluput dari malapetaka berhasil mendapatkan tempat berlindung di daerah pegunungan di Kabupaten Blitar Selatan. Di sini mereka hidup bersatu dengan kaum tani miskin setempat, sehingga untuk sementara mereka berhasil membangun
lubang perlindungan untuk menyelamatkan jiwa mereka. Akan tetapi
pada 1968 tentara dengan operasi Trisula menghancurkan tempat perlindungan ini, dan menangkap serta membunuh sebagian besar mereka itu.


Dalam tahun 70an 'tokoh-tokoh Blitar Selatan' ini dihadapkan ke muka pengadilan.


Di pengadilan umumnya mereka tidak dituduh ' terlibat persitiwa
G30S/PKI '.


Jelas, bahwa pengadilan tidak bisa membuktikan 'keterlibatan' demikian. Maka merekapun lalu dituduh sebagai 'subversi', yang sejak 1963 juga bisa mengakibatkan jatuhnya hukuman mati bagi siterdakwa. Ini berarti, bahwa pada hakikatnya mereka dituduh subversi untuk kebanyakan dijatuhi hukuman mati, semata-mata karena mereka berusaha menyelamatkan diri dari pembunuhan massal yang sama sekali haram itu. Rencana pembunuhan massal ini ternyata akhirnya terbukti jelas oleh siaran pengakuan-pengakuan di dalam pers Amerika Serikat tersebut di atas.


Tokoh-tokoh seperti Munir, Gatot Lestaryo, Rustomo dan Djoko Untung tewas dieksekusi dalam tahun 1985. Tapi pada saat inipun masih ada empat tokoh lagi, yang semuanya berasal dari peristiwa Blitar Selatan itu, yang diancam oleh pelaksanaan eksekusi. Penting sekali bagi dunia luar agar berusaha dengan segala daya untuk menyelamatkan jiwa Ruslan Wijayasastra, Asep Suryaman, Iskandar Subekti dan Sukatno - dan lebih dari itu untuk menyelamatkan jalannya kebenaran sejarah. Untuk ini penelitian kembali sejarah tahun-tahun 1965 dan seterusnya merupakan sarana dan wahana pertolongan satu-satunya. Ada sebuah kewajiban lagi yang penting, yaitu meneliti kembali duduk perkara Gerwani di dalam peristiwa 1 Oktober 1965.


Dari semula penguasa menuduh gadis-gadis Gerwani di Lubang Buaya berbuat paling keji dan tak tahu malu. Melalui media pers bertahun-tahun disiarkan, seolah-olah mereka dihadirkan di sana oleh PKI untuk melakukan upacara 'harum bunga' sambil menari-nari lenso untuk mengantar jiwa jenderal- jenderal itu, melakukan perbuatan-perbuatan tak senonoh, dibagi-bagikan pisau silet, dan lantas ikut ambil bagian dalam perbuat jahat serta menyiksa jenderal- jenderal itu sebelum mereka tewas. Sebagai akibat dari cerita-cerita demikian terbentuklah bayangan, seakan-akan Gerwani adalah perkumpulan perempuan lacur, jahat dan bengis yang harus dihinakan dan bahkan dibinasakan.


Cerita-cerita demikian sebenarnya tidak terbukti. Tidak pernah ada
suatu proses, di mana dakwaan demikian bisa dibenarkan. Seorang saksi dalam sidang yang, menurut Sudisman 'terbuka tapi tertutup' dan 'serba umum tapi tidak umum', bernama Jamilah dan yang mereka gunakan sebagai dasar bangunan dongengan itu, adalah soerang perempuan bayaran belaka.


Beberapa tahun yang lalu Profesor Benedict Anderson, di dalam
majalan ilmiah "Indonesia", memuat keterangan resmi dari lima dokter yang memeriksa mayat-mayat para jenderal itu sesudah diangkat dari Lubang Buaya. Jauh sebelum itu, keterangan resmi para dokter ini pun telah diumumkan oleh Soekarno di depan sidang kabinet, sengaja untuk membantah dongengan yang beredar saat itu, yang antara lain mengatakan bahwa mata para jenderal itu telah dicungkil dan bahwa kemaluan mereka dipotong-potong sebelum ditembak mati. Keterangan dokter-dokter resmi itu ringkasnya mengatakan, bahwa tiddak ada tanda penyiksaan pada korban, dan tidak sebiji matapun dicungkil sebelum mereka dibunuh. Penting sekali membersihkan Gerwani dari tuduhan yang tidak adil itu.


Terutama sangat perlu, oleh karena sebelum 1965 Gerwani sangat aktif dalam membela dan memperjuangkan hak-hak perempuan. Seperti diketahui, sejak Orde Baru berkuasa semua perjuangan untuk kepentingan perempuan melalui pergerakan yang bebas dan mandiri, dianggap oleh penguasa sebagai kegiatan yang harus diharamkan dengan mengingat kepada 'perbuatan Gerwani' dalam akhir taun 1965 itu. Ada satu tuduhan lagi yang harus dibantah. Dari sejak awal telah disiarkan cerita, bahwa seolah-olah di rumah-rumah orang PKI terdapat (kecuali cungkil mata dan kursi listrik) daftar nama-nama orang yang memusuhi komunisme, dan yang harus dibinasakan sesudah PKI beroleh kemenangan dengan gerakannya di akhir 1965 itu.


Tidak selembar daftar seperti itu bisa dipertunjukkan di pengadilan
manapun. Sekaranglah, sesudah adanya pengakuan pers Amerika Serikat itu, kita ketahui bahwa sesungguhnya daftar orang-orang yuang harus dibinasakan itu memang ada. Tetapi, inilah bedanya, daftar yang ada justru bukan daftar bikinan komunis, melainkan daftar yang diberikan oleh Kedubes Amerika Serikat kepada Soeharto yang memuat ribuan nama komunis Indonesia yang harus dibunuh! Dongeng ini seperti dongeng tentang maling yang teriak "Tangkap Maling!"


Penting sekali kesadaran dibangun kembali: Bahwa sebelum 1965 PKI merupakan kekuatan yang patut dibanggakan, oleh karena banyak hal yang telah berhasil dicapai oleh partai dan gerakannya itu. Di dunia Barat sekarang timbul kecenderungan anggapan, bahwa komunisme, dan bahkan sosialisme, telah gagal sebagai ideologi.


Kesimpulan seperti ini salah sama sekali! Yang gagal adalah
SEJUMLAH PEMERINTAH yang dikuasai oleh berbagai partai komunis. Yang terbukti gagal adalah, bahwa sistem diktatorial tanpa cukup peranan dari rakyat bawah tidak bisa bertahan dalam jangka panjang. Jadi, untuk Indonesia, kegagalan seperti itu hanya bisa berlaku bagi rezim Soeharto. Rezim Soeharto pada hakikatnya juga merupakan suatu sistem diktatorial, dengan berbedak demokrasi yang semu belaka.


Tetapi sebaliknya, baik ideologi maupun praktek, komunis di
Indonesia sama sekali tidak mengalami kegagalan. Ia hanya ditimpa oleh malapetaka dan penindasan secara perkosa, yang ditolong oleh kekuatan anti komunis luar negeri. Tentu saja ada sementara tokoh komunis yang, dalam menghadapi keadaan baru dan sangat sulit pada tahun-tahun 60an, melakukan kesalahan penting. Dalam hal ini tentu saja sangat perlu adanya otokritik yang mendalam. Tetapi cukup alasan bagi setiap penganut ideologi kiri untuk mencamkan kata-kata penulis kumpulan puisi itu, yaitu agar 'mulai menghargai harkat diri' dan memulihkan perasaan bangga diri.

Rabu, 11 Januari 2012

Maksud Tersembunyi Dalam Lambang Illuminati/Freemason


 Heksagram terdiri atas dua segitiga yang posisi saling berlawanan sehingga membentuk enam sudut. Jika heksagram kita tempatkan di atas lambang Great Seal, ada 5 sudut yang mengarah pada kata-kata bahasa latin di dalamnya. Di sisi atas tertulis kata “Annuit Coeptis” yang dalam bahasa Inggeris bererti “Announcing the Beginning of”, sedangkan pada sisi bawah Great Seal tertulis “Novus Ordo Seclorum” yang berarti “New World Order”.

Sejarah Freemason di Indonesia

Beberapa hari ini jargon 1 abad "Kebangkitan Nasional" berdengung disekitar pendengaran kita. Menurut buku pelajaran dari SD hingga SMA, pada tanggal 20 Mei 1908 telah terjadi suatu pergerakan menuju awal gerakan nasional dalam mengatasi penjajahan di bumi Indonesia yang dipromotori oleh mahasiswa-mahaiswa STOVIA yang biasa disebut dengan "Budi Utomo". Dr. Sutomo pun di daulat menjadi salah satu "pengisi" awal dari pergerakan Budi Utomo. Dari SD sampai SMA bahkan mungkin perguruan tinggi kita sudah di doktrin tentang kedahsyatan hari yang disebut kebangkitan nasional ini yang selalu menjadi titik awal kaum terpelajar di Indonesia.

Kisah di Balik Kabbalah



Patung yang disembah orang Yahudi ketika mereka menyeleweng dari agama sejati mereka, menurut banyak peneliti, merupakan berhala bangsa Mesir berbentuk anak sapi yang terbuat dari emas.